Community Of IT

community for our hobby
 
IndeksCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 love story...so sweet ^^

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : 1, 2  Next
PengirimMessage
sushi_tei



Jumlah posting : 18
Join date : 29.05.09
Age : 26
Lokasi : fairy land ^^

PostSubyek: love story...so sweet ^^   Thu Jun 11, 2009 3:09 pm

John & Jessica Love Story

John dan Jessica telah berumah tangga selama 7 tahun..Mereka saling mencintai, namun Jessica sejak awal menutupi semua perasaan cintanya terhadap John..Ia begitu takut apabila John mengetahui betapa ia mencintai pria itu, John lantas meninggalkannya sebagaimana kekasih-kekasihnya selama ini..Tapi tidak bagi John..Ia selalu menyatakan perasaan cintanya kepada Jessica dengan tulus dan begitu terbuka..Setiap saat ketika bersama Jessiaca, John selalu menunjukkan cintanya yang besar, seolah-olah itulah saat akhir John bersama Jessica..

Jessica selalu bersikap tidak menyenangkan terhadap John..Setiap saat dia selalu mencoba menguji seberapa besar cinta John terhadapnya..Jessica selalu mencoba melakukan hal-hal yang keterlaluan dan diluar batas kepada John..Meski Jessica tahu betapa hal itu sungguh salah, namun melihat sikap John yang tetap berlaku baik padanya, membuat Jessica tetap bertahan untuk melihat seberapa besar kesungguhan cinta pria yg dinikahinya itu..


Tahun pertama pernikahan mereka….

Jessica bangun siang..Dia tidak sempat menyiapkan sarapan untuk John ketika John hendak berangkat kerja..Namun John tetap tersenyum dan mengatakan, “Tidak apa-apa..Nanti aku bisa sarapan di kantor..”

Saat John pulang dari kantor, Jessica tidak sengaja memasak makanan yang tidak disukai John..Meski menyadari hal itu, Jessica tetap memaksakan agar suaminya mau makan makanan itu..John tetap tersenyum dan berkata, “ Wah..sepertinya sudah saatnya aku belajar menghadapi tantangan..Masakanmu sepertinya tantangan yang hebat, sayang..Aku sudah tidak sabar untuk menyantapnya..”..Jessica terkejut, tapi tidak mengatakan apa-apa..

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam saat Jessica terlelap John memanjatkan doa,

” Tuhan..Di pagi pertama pernikahan kami Jessica tidak membuatkanku sarapan..Padahal aku begitu ingin bercakap-cakap di meja makan bersamanya sambil membicarakan betapa indah hari ini, di hari pertama kami menjalani kehidupan baru sebagai suami istri..Tapi tidak apa-apa, Tuhan..Karena sepertinya Jessica kelelahan setelah resepsi pernikahan kami tadi malam..Bantulah kekasih hatiku ini, Tuhan agar dia boleh punya tenaga yang cukup untuk menghadapi hari baru bersamaku besok..Tuhan, Engkau tau betapa aku tidak bisa makan spaghetti karena pencernaanku yang tidak begitu baik..Tapi sepertinya Jessica sudah bekerja keras untuk masak makanan itu..Mampukan aku untuk menghargai setiap apa yang dilakukan istriku kepadaku, Tuhan..Jangan biarkan aku menyakiti perasaannya meski itu tidak mengenakkan bagiku….”


Tahun kedua pernikahan mereka….

John membangunkan Jessica pagi-pagi untuk berdoa bersama..Namun Jessica menolak dan lebih memilih melanjutkan tidurnya..John tersenyum dan akhirnya berdoa seorang diri..

Sore hari sepulang kantor, John mengajak Jessica berjalan-jalan ke taman..Meski terpaksa, Jessica akhirnya mau juga ke tempat dimana dulu perasaannya begitu berbunga-bunga saat bersama John..Tetapi Jessica menolak rangkulan John, dan berkata, “Jangan, John..Aku malu..”..John tersenyum dan berkata, “Ya, aku mengerti..” Jessica melihat kekecewaan dimata John, namun tidak melakukan apapun untuk menghilangkan kekecewaan itu..

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya..” Tuhan..Ampuni aku yang tidak bisa membawa istriku untuk lebih dekat padaMU pagi hari ini..Mungkin tidurnya kurang karena pikirannya yang sedang berat..Tapi aku yakin, Tuhan besok Jessica mau bersama-sama denganku bercakap-cakap kepadaMu..Tuhan, Engkau juga tahu kesedihanku saat Jessica meolak kurangkul ketika ke taman hari ini..Tapi tidak apa-apa..Dia sedang datang bulan, mungkin karena itu perasaannya juga jadi lebih sensitive..Mampukan aku untuk melihat suasana hati istriku, Tuhan…”


Tahun ketiga pernikahan mereka….

Mereka kini mempunyai seorang putera bernama Mark..Jessica menjadi tidak pernah lagi meneruskan kebiasaannya membaca bersama John sebelum tidur..Jessica semakin sering menolak ciuman John..

Jessica memarahi John habis-habisan sore itu ketika John lupa mencuci tangan saat akan menggendong Mark ketika John pulang kerja..Jessica tahu betapa hal itu membuat John terpukul..Namun idealismenya terhadap mendidik Mark membuat Jessica mengabaikan perasaan John..Dan John tetap tersenyum..


Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya..”Tuhan, Engkau tahu betapa sedih hatiku saat ini..Semenjak kelahiran Mark, aku kehilangan begitu banyak waktu bersama Jessica..Aku merindukan saat-saat kami membaca bersama sebelum tidur dan menciuminya sebelum ia tertidur..Tapi tidak apa-apa..Dia begitu capek mengurusi Mark seharian saat aku bekerja di kantor..Hanya saja, biarkanlah dia tetap terus tertidur dalam pelukankua, Tuhan..Karena aku begitu mencintainya..Sore tadi Jessica memarahiku karena aku lupa mencuci tangan saat menggendong Mark, Tuhan..Aku begitu kangen pada anakku sehingga teledor melakukan sebagaimana yg diminta istriku..Engkau tahu betapa aku terluka akan kata-kata Jessica, Tuhan..Tapi tidak apa-apa..Jessica mungkin hanya kuatir terhadap kesehatan anak kami Mark apabila aku langsung menggendongnya..Kesehatan Mark lebih penting daripada harga diriku….”


Tahun keempat pernikahan mereka….

Jessica tidak ingat memasak makanan kesukaan John di hari ulang tahunnya..Jessica terlalu sibuk belanja sehingga lupa bahwa John selalu minta dibuatkan Blackforest dengan taburan coklat dan ceri diatasnya setiap ulang tahunnya tiba..

Jessica juga lupa menyetrika kemeja John yang menyebabkan John terlambat ke kantor pagi itu karena John terpaksa menyetrika sendiri kemejanya..Jessica tau kesalahannya, namun tidak menganggap hal itu sebagai sesuatu hal yang penting..


Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya..”Tuhan, Untuk kali pertama Jessica lupa membuatkan Blackforest kesukaanku di hari ulang tahunku ini..Padahal aku sangat menyukai kue buatannya itu…Menikmati kue Blackforest buatannya membuatku bersykur mempunyai istri yang pandai memasak sepertinya, dan merasakan cintanya padaku..Namun tahun ini aku tidak mendapatinya..Tapi tidak apa-apa..mungkin lebih banyak hal-hal lain yang jauh lebih penting daripada sekedar Blackforest itu..Paling tidak, aku masih mendapatkan senyuman dan ciuman darinya hari ini..Ampuni aku, Tuhan apabila tadi pagi aku lupa tersenyum kepada Jessica..Aku terlalu sibuk menyetrika bajuku dan memikirkan pekerjaanku di kantor..Jessica sepertinya lupa untuk melakukan hal itu, meski aku sudah meminta tolong padanya tadi malam..Jangan biarkan aku melampiaskan emosiku karena dampratan atasanku akibat keterlambatanku hari ini kepada Jessica, Tuhan..Jessica mungkin keliru menyetrika kemeja mana yang seharusnya kupakai hari ini..Lagipula, sepatuku begitu mengkilap..Aku yakin Jessica sudah berusaha keras agar aku kelihatan menarik saat presentasiku tadi..Terima kasih untuk kebaikan istriku, Tuhan…”


Tahun kelima pernikahan mereka…

Jessica menampar dan menyalahkan John karena Mark sakit sepulang mereka berenang..John terlalu asyik bermain-main dengan Mark sehingga tidak menyadari betapa Mark sangat sensitive terhadap dinginnya air kolam renang, yang mengakibatkan Mark terpaksa dirawat dirumah sakit….

Jessica mengancam akan meninggalkan John apabila terjadi apa-apa dengan Mark..Jessica melihat genangan air mata di mata John, namun kekerasan hatinya lebih menguasainya ketimbang perasaan John…


Tetapi Malaikat tahu betapa saat itu John lantas menuju ke Kapel rumah sakit dan memanjatkan doanya sambil menangis..” Tuhan..Tadi Jessica menamparku karena kelalaianku menjaga Mark sehingga dia sakit..Belum pernah Jessica bersikap dan berkata sekasar itu padaku, Tuhan..Tapi tidak apa-apa..Jessica benar-benar kuatir terhadap anak kami sehingga ia bersikap demikian..Tapi Tuhan, aku begitu terluka saat ia mengatakan akan meninggalkanku..Engkau tahu betapa ia adalah belahan jiwaku..Jangan biarkan hal itu terjadi, Tuhan..Mungkin dia begitu dikuasai kekuatiran sehingga melampiaskannya padaku..Tidak apa-apa, Tuhan..Tidak apa-apa..Asal dia mendapat ketenangan, aku akan merasa bersyukur sekali..Dan sembuhkanlah putera kami, Mark agar dia boleh kembali dapat ceria dan bermain-main bersama kami lagi, Tuhan..”


Tahun keenam pernikahan mereka….

Jessica semakin menjaga jarak dengan John setelah kehadiran Rebecca, puteri mereka..Jessica tidak pernah lagi menemani John makan malam karena menjaga puteri mereka yang baru berusia 5 bulan..

Jessica juga menjual kalung berlian pemberian John dan menggantinya dengan perhiasan lain yang lebih baru..Ketika John mengetahui hal itu, Jessica tau John menahan amarahnya, namun Jessica berdalih, “John, itu hanya kalung berlian biasa..Lagipula, aku bukan menjualnya, melainkan menukarnya denga perhiasan yang lebih baru..”


Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya..”Tuhan, Aku begitu kesepian melewatkan makan malam sendirian tanpa Jessica bersamaku..Aku begitu ingin terus bercerita dan tertawa bersamanya di meja makan..Engkau tau, itulah penghiburanku untuk melepas kepenatanku setelah seharian bekerja di kantor..Tapi tidak apa-apa..Rebecca lebih membutuhkan perhatiannya daripadaku..Lagipula, Mark kadang-kadang mau menemaniku..Hanya saja, jangan biarkan aku memendam sakit hati kepada Jessica karena menjual kalung pemberianku..Engkau tau begitu lama aku menabung dan bekerja ekstra demi menghadiahinya kalung itu, hanya untuk membuktikan terima kasihku padanya atas kesetiaan dan pengabdiannya sebagai istriku dan ibu dari anak-anakku..Ampuni aku apabila tadi aku sempat berpikir untuk marah padanya..”


Tahun ketujuh pernikahan mereka….

Jessica sama sekali tidak mengindahkan kebiasaannya membelai kepala John dan mencium kening suaminya sebelum John berangkat kantor..Padahal Jessica tau, selama ini apabila dia lupa melakukannya, John selalu kembali kerumah siang hari demi mendapatkan belaian dan ciuman Jessica untuknya..Karena John tidak akan pernah tenang bekerja apabila hal itu belum dilakukan Jessica padanya..Jessica tidak mengucapkan I LOVE YOU untuk kali pertama dalam 7 tahun pernikahan mereka..


Dan di tahun ketujuh itu pula, John mengalami kecelakaan saat akan berangkat ke kantor..Ia mengalami pendarahan yang hebat, yang membuatnya terbaring tidak sadarkan diri di ranjang rumah sakit..


Jessica begitu terguncang dan terpukul..Ia begitu takut kehilangan John, suami yang dicintainya..Yang selalu ada kapan saja dia butuhkan..Yang selalu dengan tersenyum menampung semua emosi dan kemarahannya..Yang tek pernah berhenti mengatakan betapa John mencintainya..Tak sedikitpun Jessica beranjak dari sisi tempat tidur John..Tangannya menggenggam erat jemari suaminya yang terbaring lemah tak sadarkan diri..Bibirnya terus mengucapkan I LOVE YOU, karena ia ingat kalau ia belum mengatakan kalimat itu hari ini..


Karena begitu sedih dan lelah menunggui John, Jessica tertidur..Dalam tidurnya, malaikat yang selama ini mendengar doa-doa John pada Tuhan membawa Jessica melihat setiap malam yg John lewatkan untuk mendoakan Jessica..Ia menangis sedih melihat ketulusan dan rasa cinta yg besar dari John padanya..Tak sedikitpun John menyalahkannya atas semua sikapnya yang tidak mempedulikan perasaan dan harga diri John selama ini..Alih-alih demikian, John malahan menyalahkan dirinya sendiri..Jessica menangis menahan perasaannya..Dan untuk kali pertama dalam hidupnya, Jessica berdoa,


“Tuhan, ampuni aku yang selama ini menyia-nyiakan rasa cinta suamiku terhadapku..Ampuni aku yang tidak memahami perasaan dan harga dirinya selama ini..Beri aku kesempatan untuk menunjukkan cintaku pada suamiku, Tuhan..Beri aku kesempatan untuk meminta maaf dan melayaninya sebagai suami yang kucintai..”


Dan ketika Jessica terbangun, Ia melihat pancaran kasih suaminya menatapnya..”Kamu keliatan begitu lelah, sayang..Maafkan aku yang tidak berhati-hati menyetir sehingga keadaannya mesti jadi begini dan membuatmu kuatir..Aku tidak konsentrasi saat menyetir karena memikirkan bahwa kau lupa mengatakan I LOVE YOU padaku..”..Belum selesai John berbicara, Jessica lantas menangis keras dan menghambur ke pelukan suaminya..

“Maafkan aku, John..Maafkan aku..I LOVE YOU..I really Love you..Kaulah matahariku, John..Aku tidak bisa bertahan tanpamu..Aku berjanji tidak akan pernah lupa lagi mengatakan betapa aku mencintaimu..Aku berjanji tidak akan pernah mengabaikan perasaan dan harga dirimu lagi..I LOVE YOU, John..I LOVE YOU…”


Berapa banyak diantara kita yg menjadi seperti Jessica? Yang mengabaikan perasaan kekasih hati kita demi kepentingan diri kita sendiri?Jangan sampe terjadi sesuatu yang berat untuk kita lalui demi menyadari betapa berharganya orang-orang yang mengasihi kita..


Lebih dari itu, cinta yang sesungguhnya adalah ketika kita bisa seperti John, yang mengabaikan kepentingan dirinya dan perasaannya demi menjaga dan menunjukkan cintanya kepada pasangannya..Yang menjadikan pasangan hidup kita sebagai subjek untuk dikasihi dan dilayani, bukan sebaliknya..
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
sushi_tei



Jumlah posting : 18
Join date : 29.05.09
Age : 26
Lokasi : fairy land ^^

PostSubyek: Re: love story...so sweet ^^   Thu Jun 11, 2009 3:11 pm

Cinta yang tak pernah padam selama 60 tahun

KISAH CINTA ABADI

Ketika aku berjalan kaki pulang ke rumah di suatu hari yang dingin, kakiku tersandung sebuah dompet yang tampaknya terjatuh tanpa sepengetahuan pemiliknya. Aku memungut dan melihat isi dompet itu kalau-kalau aku bisa menghubungi pemiliknya. Tapi, dompet itu hanya berisi uang sejumlah tiga Dollar dan selembar surat kusut yang sepertinya sudah bertahun-tahun tersimpan di dalamnya. Satu-satunya yang tertera pada amplop surat itu adalah alamat si pengirim. Aku membuka isinya sambil berharap bisa menemukan petunjuk.

Lalu aku baca tahun “1924″. Ternyata surat itu ditulis lebih dari 60 tahun yang lalu. Surat itu ditulis dengan tulisan tangan yang anggun di atas kertas biru lembut yang berhiaskan bunga-bunga kecil di sudut kirinya. Tertulis di sana, “Sayangku Michael”, yang menunjukkan kepada siapa surat itu ditulis yang ternyata bernama Michael. Penulis surat itu menyatakan bahwa ia tidak bisa bertemu dengannya lagi karena ibu telah melarangnya. Tapi, meski begitu ia masih tetap mencintainya. Surat itu ditandatangani oleh Hannah. Surat itu begitu indah.

tetapi tetap saja aku tidak bisa menemukan siapa nama pemilik dompet itu. Mungkin bila aku menelepon bagian penerangan mereka bisa memberitahu nomor telepon alamat yang ada pada amplop itu. “Operator,” kataku pada bagian peneragan, “Saya mempunyai permintaan yang agak tidak biasa. sedang berusaha mencari tahu pemiliki dompet yang saya temukan di jalan. Barangkali anda bisa membantu saya memberikan nomor telepon atas alamat yang ada pada surat yang saya temukan dalam dompet tersebut?”

Operator itu menyarankan agar aku berbicara dengan atasannya, yang tampaknya tidak begitu suka dengan pekerjaan tambahan ini. Kemudian ia berkata, “Kami mempunyai nomor telepon alamat tersebut, namun kami tidak bisa memberitahukannya pada anda.” Demi kesopanan, katanya, ia akan menghubungi nomor tersebut, menjelaskan apa yang saya temukan dan menanyakan apakah mereka berkenan untuk berbicara denganku. Aku menunggu beberapa menit.

Tak berapa lama ia menghubungiku, katanya, “Ada orang yang ingin berbicara dengan anda.” Lalu aku tanyakan pada wanita yang ada di ujung telepon sana, apakah ia mengetahui seseorang bernama Hannah. Ia menarik nafas, “Oh, kami membeli rumah ini dari keluarga yang memiliki anak perempuan bernama Hannah. Tapi, itu 30 tahun yang lalu!” “Apakah anda tahu dimana keluarga itu berada sekarang?” tanyaku. “Yang aku ingat, Hannah telah menitipkan ibunya di sebuah panti jompo beberapa tahun lalu,” kata wanita itu. “Mungkin, bila anda menghubunginya mereka bisa mencaritahu dimana anak mereka, Hannah, berada.” Lalu ia memberiku nama panti jompo tersebut. Ketika aku menelepon ke sana, mereka mengatakan bahwa wanita, ibu Hannah, yang aku maksud sudah lama meninggal dunia. Tapi mereka masih menyimpan nomor telepon rumah dimana anak wanita itu tinggal.
Aku mengucapkan terima kasih dan menelepon nomor yang mereka berikan. Kemudian, di ujung telepon sana, seorang wanita mengatakan bahwa Hannah sekarang tinggal di sebuah panti jompo.

“Semua ini tampaknya konyol,” kataku pada diriku sendiri. Mengapa pula aku mau repot-repot menemukan pemilik dompet yang hanya berisi tiga Dollar dan surat yang ditulis lebih dari 60 tahun yang lalu? Tapi, bagaimana pun aku menelepon panti jompo tempat Hannah sekarang berada. Seorang pria yang menerima teleponku mengatakan, “Ya, Hannah memang tinggal bersama kami.” Meski waktu itu sudah menunjukkan pukul 10 malam, aku meminta agar bisa menemui Hannah. “Ok,” kata pria itu agak bersungut-sungut, “bila anda mau, mungkin ia sekarang sedang menonton TV di ruang tengah.”

Aku mengucapkan terima kasih dan segera berkendara ke panti jompo tersebut. Gedung panti jompo itu sangat besar. Penjaga dan perawat yang berdinas malam menyambutku di pintu. Lalu, kami naik ke lantai tiga. Di ruang tengah, perawat itu memperkenalkan aku dengan Hannah. Ia tampak manis, rambut ubannya keperak-perakan, senyumnya hangat dan matanya bersinar-sinar.

Aku menceritakan padanya mengenai dompet yang aku temukan. Aku pun menunjukkan padanya surat yang ditulisnya. Ketika ia melihat amplop surat berwarna biru lembut dengan bunga-bunga kecil di sudut kiri, ia menarik nafas dalam-dalam dan berkata, “Anak muda, surat ini adalah hubunganku yang terakhir dengan Michael.” Matanya memandang jauh, merenung dalam-dalam. Katanya dengan lembut, “Aku amat-amat mencintainya. Saat itu aku baru berusia 16 tahun, dan ibuku menganggap aku masih terlalu kecil. Oh, Ia sangat tampan. Ia seperti Sean Connery, si aktor itu.” “Ya,” lanjutnya. Michael Goldstein adalah pria yang luar biasa. “Bila kau bertemu dengannya, katakan bahwa aku selalu memikirkannya, Dan,…….”

Ia ragu untuk melanjutkan, sambil menggigit bibir ia berkata, ……katakan, aku masih mencintainya. Tahukah kau, anak muda,” katanya sambil tersenyum. Kini air matanya mengalir, “aku tidak pernah menikah selama ini. Aku pikir, tak ada seorang pun yang bisa menyamai Michael.” Aku berterima kasih pada Hannah dan mengucapkan selamat tinggal.

Aku menuruni tangga ke lantai bawah. Ketika melangkah keluar pintu, penjaga di sana menyapa, “Apakah wanita tua itu bisa membantu anda?” Aku sampaikan bahwa Hannah hanya memberikan sebuah petunjuk, “Aku hanya mendapatkan nama belakang pemilik dompet ini. Aku pikir, aku biarkan sajalah dompet ini untuk sejenak. Aku sudah menghabiskan hampir seluruh hariku untuk menemukan pemilik dompet ini.” Aku keluarkan dompet itu, dompat kulit dengan benang merah disisi-sisinya. Ketika penjaga itu melihatnya, ia berseru, “Hei, tunggu dulu. Itu adalah dompet Pak Goldstein! Aku tahu persis dompet dengan benang merah terang itu.Ia selalu kehilangan dompet itu. Aku sendiri pernah menemukannya dompet itu tiga kali di dalam gedung ini.”

“Siapakah Pak Goldstein itu?” tanyaku. Tanganku mulai gemetar. “Ia adalah penghuni lama gedung ini. Ia tinggal di lantai delapan. Aku tahu pasti, itu adalah dompet Mike Goldstein. Ia pasti menjatuhkannya ketika sedang berjalan-jalan di luar.” Aku berterima kasih pada penjaga itu dan segera lari ke kantor perawat.
Aku ceritakan pada perawat di sana apa yang telah dikatakan oleh si penjaga. Lalu, kami kembali ke tangga dan bergegas ke lantai delapan. Aku berharap Pak Goldstein masih belum tertidur. Ketika sampai di lantai delapan, perawat berkata, “Aku pikir ia masih berada di ruang tengah. Ia suka membaca di malam hari. Ia adalah Pak tua yang menyenangkan.” Kami menuju ke satu-satunya ruangan yang lampunya masih menyala. Di sana duduklah seorang pria membaca buku. Perawat mendekati pria itu dan menanyakan apakah ia telah kehilangan dompet.
Pak Goldstein memandang dengan terkejut. Ia lalu meraba saku belakangnya dan berkata, “Oh ya, dompetku hilang!” Perawat itu berkata, “Tuan muda yang baik ini telah menemukan sebuah dompet. Mungkin dompet anda?” Aku menyerahkan dompet itu pada Pak Goldstein. Ia tersenyum gembira. Katanya, “Ya, ini dompetku! Pasti terjatuh tadi sore. Aku akan memberimu hadiah.” “Ah tak usah,” kataku. “Tapi aku harus menceritakan sesuatu pada anda. Aku telah membaca surat yang ada di dalam dompet itu dengan harap aku mengetahui siapakah pemilik dompet ini.”

Senyumnya langsung menghilang. “Kamu membaca surat ini?” “Bukan hanya membaca, aku kira aku tahu dimana Hannah sekarang.” Wajahnya tiba-tiba pucat. “Hannah? Kau tahu dimana ia sekarang? Bagaimana kabarnya? Apakah ia masih secantik dulu? Katakan, katakan padaku,” ia memohon. “Ia baik-baik saja, dan masih tetap secantik seperti saat anda mengenalnya,” kataku lembut. Lelaki tua itu tersenyum dan meminta, “Maukah anda mengatakan padaku dimana ia sekarang? Aku akan meneleponnya esok.” Ia menggenggam tanganku, “Tahukah kau anak muda, aku masih mencintainya. Dan saat surat itu datang hidupku terasa berhenti. Aku belum pernah menikah, aku selalu mencintainya.”

“Michael,” kataku, “Ayo ikuti aku.” Lalu kami menuruni tangga ke lantai tiga. Lorong-lorong gedung itu sudah gelap. Hanya satu atau dua lampu kecil menyala menerangi jalan kami menuju ruang tengah di mana Hannah masih duduk sendiri menonton TV. Perawat mendekatinya perlahan.

“Hannah,” kata perawat itu lembut. Ia menunjuk ke arah Michael yang sedang berdiri di sampingku di pintu masuk. “Apakah anda tahu pria ini?” Hannah membetulkan kacamatanya, melihat sejenak, dan terdiam tidak mengucapkan sepatah katapun. Michael berkata pelan, hampir-hampir berbisik, “Hannah, ini aku, Michael. Apakah kau masih ingat padaku?” Hannah gemetar, “Michael! Aku tak percaya. Michael! Kau! Michaelku!” Michael berjalan perlahan ke arah Hannah. Mereka lalu berpelukan. Perawat dan aku meninggalkan mereka dengan air mata menitik di wajah kami. “Lihatlah,” kataku.

“Lihatlah, bagaimana Tuhan berkehendak. Bila Ia berkehendak, maka jadilah.”

Sekitar tiga minggu kemudian, di kantor aku mendapat telepon dari rumah panti jompo itu.
“Apakah anda berkenan untuk hadir di sebuah pesta perkawinan di hari Minggu mendatang? Michael dan Hannah akan menikah!” Dan pernikahan itu, pernikahan yang indah. Semua orang di panti jompo itu mengenakan pakaian terbaik mereka untuk ikut merayakan pesta. Hannah mengenakan pakaian abu-abu terang dan tampak cantik. Sedangkan Michael mengenakan jas hitam dan berdiri tegak.
Mereka menjadikan aku sebagai wali mereka. Rumah panti jompo memberi hadiah kamar bagi mereka.

Dan bila anda ingin melihat bagaimana sepasang pengantin berusia 76 dan 79 tahun bertingkah seperti anak remaja, anda harus melihat pernikahan pasangan ini.

Akhir yang sempurna dari sebuah hubungan cinta yang tak pernah padam selama 60 tahun
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
sushi_tei



Jumlah posting : 18
Join date : 29.05.09
Age : 26
Lokasi : fairy land ^^

PostSubyek: Re: love story...so sweet ^^   Thu Jun 11, 2009 3:13 pm

OMG ...... jhon nya sabar banget..........pengen punya suami kayak getooooo..............cari di mana yah??? huakakakaka ;P
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
swordknight



Jumlah posting : 73
Join date : 28.05.09
Age : 26
Lokasi : Gereja Regina Caeli

PostSubyek: Re: love story...so sweet ^^   Thu Jun 11, 2009 8:33 pm

Sebab Tuhan berkehendak atas Cinta ^^
Berbahagialah kita yang terikat padaNya ^^
Karena Tuhan selalu berkehendak penuh kedamaian ^^
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Even



Jumlah posting : 196
Join date : 28.05.09
Age : 26
Lokasi : LA-Tokyo-Seol-London

PostSubyek: Re: love story...so sweet ^^   Thu Jun 11, 2009 11:47 pm

bangkek... g baja john ma jessica terharu banget... anjeng2... ampir nangis g...

parah jg tu istrinya... beh...

yang bikin g kasian banget tu kalung pemberian john malah di jual ma jessica...

idih itu wajar klo john marah, tp gk mw marah... ya ampun... hahahaha

nice love story...

Sad Sad Sad
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Rave46 <Rui Hanazawa>



Jumlah posting : 264
Join date : 28.05.09
Age : 26
Lokasi : Sebelah rumah tetangga

PostSubyek: Re: love story...so sweet ^^   Fri Jun 12, 2009 11:36 am

awkawkawkkawwakaawkwkakwa .. ngakak guw baca yang cerita si john ..
bodoh banget itu si john .. kalo guw jadi dy mah .. tuh ce ud guw gampar sana sini .. manQ ce cuma 1 ? pikirannya sempit tuh si john .. mau di kemanain harga diri sebagai co digituin ?? lemah .. wakawkawkkawwawakawk

lol! lol! lol!
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
fallen angel



Jumlah posting : 22
Join date : 29.05.09
Age : 27

PostSubyek: Re: love story...so sweet ^^   Fri Jun 12, 2009 9:25 pm

cerita yang sangat menyentuh hati...

g terharu...

Sad Sad Sad
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
oberonz



Jumlah posting : 52
Join date : 28.05.09
Age : 26
Lokasi : JApan,Chungnam<seoul>

PostSubyek: Re: love story...so sweet ^^   Sat Jun 13, 2009 12:10 am

hahhaha/...

Ketan mah Ga bPerasaan..hhaha

t co kan cinta nya tuLus mknya kek gt..


sabar amit..

hoho..tp y mank kacian bgt c John...
weeee... c jesicca nya jg c aneh2 j..ahhhhaahha

kl aq mah ga mw dah sia2in co kek gto....ughh>,<




Bear : "hhahhaa...amPun tharu yehh...^^, cup3... kl aq yg kek gt gmN y??hhahhaa
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://oberon23.blogspot.com
Even



Jumlah posting : 196
Join date : 28.05.09
Age : 26
Lokasi : LA-Tokyo-Seol-London

PostSubyek: Re: love story...so sweet ^^   Sat Jun 13, 2009 12:50 am

berarti u gk mw sia2in g donk sas?

bagus2... g jg gk mw sia2in u... muahahahaha

Cool Cool Cool
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
aqua_marine



Jumlah posting : 51
Join date : 28.05.09

PostSubyek: Re: love story...so sweet ^^   Sat Jun 13, 2009 2:10 am

astapilulooooh...
malah ad yg numpang pacaran d sni...
wkakakaka...
btw, aconk ama lisa blm traktiran nih...
makan makan woyyyy....
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
oberonz



Jumlah posting : 52
Join date : 28.05.09
Age : 26
Lokasi : JApan,Chungnam<seoul>

PostSubyek: Re: love story...so sweet ^^   Sat Jun 13, 2009 7:32 am

Even wrote:
berarti u gk mw sia2in g donk sas?

bagus2... g jg gk mw sia2in u... muahahahaha

Cool Cool Cool




hahhahaa.. dsr..
iyee..aq gMw sia2n co ku lah.^^v
Tp manK kw keK jOhn??weeeeeeeeeeee.....

Surprised Smile tongue tongue tongue tongue tongue
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://oberon23.blogspot.com
oberonz



Jumlah posting : 52
Join date : 28.05.09
Age : 26
Lokasi : JApan,Chungnam<seoul>

PostSubyek: Re: love story...so sweet ^^   Sat Jun 13, 2009 7:35 am

aqua_marine wrote:
astapilulooooh...
malah ad yg numpang pacaran d sni...
wkakakaka...
btw, aconk ama lisa blm traktiran nih...
makan makan woyyyy....



hahhaha... Um staOn uM lEh mkn2 daH..
mKnya doain j aWet doNk...Tar mkn2 maH gampnG..
mw mkN ap..tGl bLg...
pesen bYk boLeh..tp bLgnya ma Aconk soalnya yg BAyar dy....Hahhahhaha

Ga deH..canDa.. tongue tongue tongue tongue
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://oberon23.blogspot.com
Even



Jumlah posting : 196
Join date : 28.05.09
Age : 26
Lokasi : LA-Tokyo-Seol-London

PostSubyek: Re: love story...so sweet ^^   Sat Jun 13, 2009 8:43 am

jeh... si yunita ngeselin banget... hohohoho

jeh g yang bayar semua? klo kek gitu bener2 musti nyari tante2 hahahaha...

eits g kek john tapi sepenuhnya ye... g paling benci barang pemberian g malah di jual ato di ksi ke orang...

kecuali emank dalam keadaan kesusahan ekonomi keluarga... hahahaha
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
aqua_marine



Jumlah posting : 51
Join date : 28.05.09

PostSubyek: Re: love story...so sweet ^^   Sat Jun 13, 2009 9:18 pm

oberonz wrote:
aqua_marine wrote:
astapilulooooh...
malah ad yg numpang pacaran d sni...
wkakakaka...
btw, aconk ama lisa blm traktiran nih...
makan makan woyyyy....



hahhaha... Um staOn uM lEh mkn2 daH..
mKnya doain j aWet doNk...Tar mkn2 maH gampnG..
mw mkN ap..tGl bLg...
pesen bYk boLeh..tp bLgnya ma Aconk soalnya yg BAyar dy....Hahhahhaha

Ga deH..canDa.. tongue tongue tongue tongue


amiiiiin... tar klo merid gw jd pager ayu yaaah... booking dluan... hehehe...
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Even



Jumlah posting : 196
Join date : 28.05.09
Age : 26
Lokasi : LA-Tokyo-Seol-London

PostSubyek: Re: love story...so sweet ^^   Sat Jun 13, 2009 10:05 pm

hahahaha yoi dah... tenang2... hohohohoho
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
sushi_tei



Jumlah posting : 18
Join date : 29.05.09
Age : 26
Lokasi : fairy land ^^

PostSubyek: Re: love story...so sweet ^^   Sat Jun 13, 2009 10:57 pm

tepen parahhhhhhh....si aconk aja mpe terharuu...tepen dah mate rasa thuu...wakakakakakaka thu cerita emank mengharukan tauuuuuuuuuuuu ;p
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
sushi_tei



Jumlah posting : 18
Join date : 29.05.09
Age : 26
Lokasi : fairy land ^^

PostSubyek: sad story   Sat Jun 13, 2009 11:10 pm

Sad Story[i][b]

Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang
pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik
dan lebih menuruti apa mauku.
Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi
kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian
mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit.
Aku pikir dia workaholic.
Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang
kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah
romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2
seperti itu sebagai ungkapan sayang.
Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan
makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja
makanberdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan
obrolan yang
terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.
Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main dengan
anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku
menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.
Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami.
Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek
sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya,
dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena
sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang
perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama meisha,
temannya Mario saat dulu kuliah.
Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah
melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki.. Matanya bersinar
indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2 waktu
berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan penuh
pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang
lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.
Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu,
Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang
akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang
mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu
dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja.
Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada
Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari
bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai
sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung didepan
komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang,
ada pekerjaan yang membingungkan.
Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di
RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal,
karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa
dengan suara riangnya,
" Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak mau
makan juga? uhh… dasar anak nakal, sini piringnya, " lalu dia terus mengajak
Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah
habis ditangannya. Dan….aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang
terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku
yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun !
Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya
membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih
sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya.
Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku
buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang
kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa
sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.
Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu
manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan
ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku nonton. kali
lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2.
Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati
bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak
dihatinya.
Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta, aku tidak pernah menyangka,
hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.
Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya
keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka
password email Papa nya, dan memanggilku, " Mama, mau lihat surat papa buat
tante Meisha ?"
Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,
*Dear Meisha,*
*Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung
hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada
Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya,
karena dia ibu dari anak2ku.*
*Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2
mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu,
tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak
menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik2
terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak
sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk
mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku
menikahinya. *
*Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti
ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang
tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti
pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh
dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.*
*Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang
lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami.
Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat
Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan
selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi
tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada
tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you
are the only one in my heart.*
*yours,*
*Mario*
Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru
berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan
menyayangiku.
Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia
mencintai perempuan lain.
Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari
untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di lemari
bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.
Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan
tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor
untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak
pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku.
Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu
terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata dia
memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.
Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang
perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia
tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan
aku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan
melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.
Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah
dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura2 tidak tahu,
aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan
Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.
**********
Setahun kemudian…
Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman
itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.
" *Mario, suamiku….*
*Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja
dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu
yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak
bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin
memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak
memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan
menuruti keinginanku… Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak
pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau
melakukan apa saja untukku…..*
*Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan
kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu
yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.*
*Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, " kenapa, Rima ? Kenapa
kamu mesti cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi
istriku ?"*
*Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.*
*Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia
bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah
wanita yang sempurna yang engkau inginkan.*
*Istrimu,*
*Rima"*
*D*i surat yang lain,
*"………Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin
es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat
cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh
cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha……"*
Disurat yang kesekian,
*"…….Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.*
*Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2 padamu,
aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar
masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros,
dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku
selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu meneleponmu,
untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika
engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku
menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat
engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah…….*
*Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap
berusaha dan menantinya…….."*
Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya…
dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.
Disurat terakhir, pagi ini…
*"…………..Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun
lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang,
karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia.
Kemarin
aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup,
karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.*
*Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran
dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak
sakit.*
*Tahukah engkau suamiku,*
*Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9
tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari
matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?………"*
Jelita menatap Meisha, dan bercerita,
" Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat
keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku
tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu,
dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu
menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan, Ketika mama
menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan
tinggi…… aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante….. aku melihatnya
masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak……" Jelita memeluk Meisha
dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit
di hatinya, tapi dia sangat dewasa.
Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario
mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.
*Dear Meisha,*
*Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2
dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh
basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku
baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar….
Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?*
*Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan
besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil
mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana.. Bukan karena
dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku….*
Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk
disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam.. Semuanya telah
terjadi, Mario.
*Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika
seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.*
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
sushi_tei



Jumlah posting : 18
Join date : 29.05.09
Age : 26
Lokasi : fairy land ^^

PostSubyek: Love StorY   Sat Jun 13, 2009 11:13 pm

Love StorY[u][i]


When You Divorce Me, Carry Me Out in Your Arms
(Saat kau menceraikanku, bopong aku keluar dengan lenganmu)

Pada hari pernikahanku,aku membopong istriku.

Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yg cuma berkamar satu.
Sahabat2ku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil.
Jadi
kubopong ia memasuki rumah kami. Ia kelihatan malu2. Aku adalah
seorang
pengantin pria yg sangat bahagia.

Ini adalah kejadian 10 tahun yg lalu.

Hari2 selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air
bening: Kami
mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk
menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih
diantara kami pun semakin surut.

Ia adalah pegawai sipil.

setiap pagi kami berangkat kerja bersama2 dan sampai dirumah juga pada
waktu
yg bersamaan. Anak kami sedang belajar di luar negeri. Perkawinan kami
kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh
perubahan
yg tidak kusangka2.

Dew hadir dalam kehidupanku.

Waktu itu adalah hari yg cerah.

Aku berdiri di balkon.

dengan Dew yg sedang merangkulku.

Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya.

ini adalah apartment yg kubelikan untuknya.

Dew berkata , “kamu adalah jenis pria terbaik yg menarik para gadis. ”
Kata2nya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru
menikah,istriku pernah berkata, “Pria sepertimu,begitu sukses, akan
menjadi
sangat menarik bagi par gadis. ” Berpikir tentang ini, Aku menjadi
ragu2.
Aku tahu kalo aku telah menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup
menghentikannya. Aku melepaskan tangan Dew dan berkata, “kamu harus
pergi
membeli beberapa perabot, O.K.?.Aku ada sedikit urusan dikantor”
Kelihatan
ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya. Pada saat
tersebut,ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku walaupun
kelihatan
tidak mungkin. Bagaimanapun,aku merasa sangat sulit untuk membicarakan
hal
ini pada istriku. Walau bagaimanapun ku jelaskan, ia pasti akan sangat
terluka. Sejujurnya,ia adalah seorang istri yg baik. Setiap malam ia
sibuk
menyiapkan makan malam. Aku duduk santai didepan TV. Makan
malam
segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV sama2. Atau,Aku akan
menghidupkan komputer,membayangkan tubuh Dew. Ini adalah hiburan
bagiku.

Suatu hari aku berbicara dalam guyon, “seandainya kita bercerai, apa
yg akan
kau lakukan? ” Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara.
Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yg sangat jauh
dari
ia. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan
jika
tahu bahwa aku serius.

ketika istriku mengunjungi kantorku, Dew baru saja keluar dari
ruanganku.
Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan
berusaha
untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengan ia.. Ia
kelihatan sedikit kecurigaan Ia berusaha tersenyum pada bawahan2ku.
Tapi aku
membaca ada kelukaan di matanya.

Sekali lagi, Dew berkata padaku,” He Ning, ceraikan ia, O.K.? Lalu
kita akan
hidup bersama.” Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu2 lagi.
Ketika
malam itu istriku menyiapkan makan malam, ku pegang tangannya,”Ada
sesuatu
yg harus kukatakan” Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali
lagi aku
melihat ada luka dimatanya. Tiba2 aku tidak tahu harus berkata apa.
Tapi ia
tahu kalo aku terus berpikir. “aku ingin bercerai”, ku ungkapkan topik
ini
dengan serius tapi tenang. Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata2ku,
tapi
ia bertanya secara lembut,”kenapa?” “Aku serius. ” Aku menghindari
pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah. Ia melemparkan
sumpit
dan berteriak kepadaku,”Kamu bukan laki2!” .

Pda malam itu, kami sekali saling membisu.

Ia sedang menangis..

Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yg telah terjadi dengan perkawinan
kami.
Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yg memuaskan sebab hatiku telah
dibawa pergi oleh Dew.

Dengan perasaan yg amat bersalah, Aku menuliskan surai perceraian
dimana
istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku. Ia
memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian.. Aku
merasakan
sakit dalam hati. Wanita yg telah 10tahun hidup bersamaku sekarang
menjadi
seorang yg asing dalam hidupku. Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa
yg
telah kuucapkan.

Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku,dimana hal tersebut tidak
pernah
kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan
untukku.
Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu ini dan
sekarang
sungguh2 telah terjadi ..

Pada larut malam,aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku
melihat
ia sedang menulis sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran .Ketika
aku
terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis. Aku tertidur
kembali.
Ia menuliskan syarat2 dari perceraiannya: ia tidak menginginkan apapun
dariku,tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum
menceraikannya,dan
dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya.
Alasannya
sangat sederhana: Anak kami akan segera menyelesaikkan pendidikannya
dan
liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat
kehancuran rumah tangga kami. Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan
bertanya,” He Ning, apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki
rumah
kita ketika pada hari pernikahan kita? Pertanyaan ini tiba2
mengembalikan
beberapa kenangan indah kepadaku . Aku mengangguk dan mengiyakan.
“Kamu
membopongku dilenganmu”, katanya, “jadi aku punya sebuah permintaan,
yaitu
kamu akan tetap membopongkuku pada waktu perceraian kita. Dari
sekarang
sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari
kamar
tidur ke pintu .” Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia merindukan
beberapa kenangan indah yg telah berlalu dan berharap perkawinannya
diakhiri
dengan suasana romantis.

Aku memberitahukan Dew soal syarat2 perceraian dari istriku. Ia
tertawa
keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. “Bagaimanapun trik yg ia
lakukan,ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini,” ia mencemooh.
Kata2nya membuatku merasa tidak enak.

Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan
perceraian itu. kami saling menganggap orang asing. Jadi ketika aku
membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah tingkah. Anak kami
menepuk
punggung kami,”wah, papa membopong mama,mesra sekali” Kata2nya
membuatku
merasa sakit.. Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku
berjalan
10 meter dengan ia dalam lenganku. Ia memejamkan mata dan berkata
dengan
lembut,” mari kita mulai hari ini,jangan memberitahukan pada anak
kita.” Aku
mengangguk, merasa sedikit bimbang.Aku melepaskan ia di pintu. Ia
pergi
menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.

Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah.

Ia merebah di dadaku,Kami begitu dekat sampai2 aku bisa mencium wangi
di
bajunya. Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat
dengan
mesra wanita ini. Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi.beberapa kerut
tampak
di wajahnya.

Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, “kebun diluar sedang
dibongkar.hati2
kalau kamu lewat sana.”

Hari keempat,ketika aku membangunkannya,aku merasa kalau kami masih
mesra
seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku
dilenganku.

Bayangan Dew menjadi samar.

Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku beberapa
hal,seperti,dimana ia telah menyimpan baju2ku yg telah ia setrika, aku
harus
hati2 saat memasak, dll. Aku mengangguk. Perasaan kedekatan terasa
semakin
erat. Aku tidak memberitahu Dew tentang ini.

Aku merasa begitu ringan membopongnya.Berharap setiap hari pergi ke
kantor
bisa membuatku semakin kuat. Aku berkata padanya,”kelihatannya
tidaklah
sulit membopongmu sekarang”

Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk membopongnya
keluar.
Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan yg cocok. Lalu
ia
melihat,”semua pakaianku kebesaran”. Aku tersenyum.Tapi tiba2 aku
menyadarinya sebab ia semakin kurus itu sebabnya aku bisa membopongnya
dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat. Aku tahu ia mengubur
semua
kesedihannya dalam hati. Sekali lagi , aku merasakan perasaan sakit

Tanpa sadar ku sentuh kepalanya.

Anak kami masuk pada saat tersebut.”Pa,sudah waktunya membopong mama
keluar”
Baginya,melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian
yg
penting . Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan
merangkulnya
dengan erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah
pikiran
pada detik terakhir. Aku menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar
tidur,melewati ruang duduk ke teras Tangannya memegangku secara lembut
dan
alami. aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali ke
hari
pernikahan kami. Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku
sedih.

Pada hari terakhir,ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah
dengan
berat. Anak kami telah kembali ke sekolah. ia berkata,”sesungguhnya
aku
berharap kamu akan membopongku sampai kita tua” Aku memeluknya dengan
kuat
dan berkata “antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita
begitu
mesra”.

Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya.

Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah.

Aku menaiki tangga.

Dew membuka pintu.

Aku berkata padanya,” Maaf Dew, Aku tidak ingin bercerai. Aku
serius”. Ia
melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku.”Kamu tidak demam”.
Kutepiskan
tanganya dari dahiku”maaf, Dew,Aku cuma bisa bilang maaf padamu,Aku
tidak
ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan
aku
tidak bisa merasakan nilai2 dari kehidupan,bukan disebabkan kami tidak
saling mencintai lagi.Sekarang aku mengerti sejak aku membopongnya
masuk ke
rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai tua.
Jadi
aku minta maaf padamu” Dew tiba2 seperti tersadar. Ia memberikan
tamparan
keras kepadaku dan menutup pintu dgn kencang dan tangisannya meledak.
Aku
menuruni tangga dan pergi ke kantor Dalam perjalanan aku melewati
sebuah
toko bunga, ku pesan sebuah buket bunga kesayangan istriku Penjual
bertanya
apa yg mesti ia tulis dalam kartu ucapan? Aku tersenyum, dan menulis ”
Aku
akan membopongm! u setiap pagi sampai kita tua..”

Saudaraku, terkadang begitu mudahnya saat ini Orang berganti2 Pasangan
dan Berselingkuh bahkan Bercerai, sementara mereka TIDAK MENGINGAT Masa masa
Indah saat Awal Pernikahan mereka…..
Terkadang Begitu NAIFNYA orang Memutuskan Tali Pernikahan yang telah
DISATUKAN oleh Tuhan…
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Roy Steven



Jumlah posting : 59
Join date : 29.05.09

PostSubyek: Re: love story...so sweet ^^   Sat Jun 13, 2009 11:14 pm

di ringkas pliss
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
sushi_tei



Jumlah posting : 18
Join date : 29.05.09
Age : 26
Lokasi : fairy land ^^

PostSubyek: Re: love story...so sweet ^^   Sat Jun 13, 2009 11:21 pm

jah...qlo di singkat mah ..kaga bakal bagus gy cerita na geek
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Roy Steven



Jumlah posting : 59
Join date : 29.05.09

PostSubyek: Re: love story...so sweet ^^   Sat Jun 13, 2009 11:27 pm

mau bagus mah panjang skalian ampe kek novel..

Wakakakakaka
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
sushi_tei



Jumlah posting : 18
Join date : 29.05.09
Age : 26
Lokasi : fairy land ^^

PostSubyek: Re: love story...so sweet ^^   Sat Jun 13, 2009 11:31 pm

wah...qlo itu mah..g ngeliad na aja dah malesss..huakakakkakkaka ;p
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Rave46 <Rui Hanazawa>



Jumlah posting : 264
Join date : 28.05.09
Age : 26
Lokasi : Sebelah rumah tetangga

PostSubyek: Re: love story...so sweet ^^   Sun Jun 14, 2009 12:49 pm

sushi_tei wrote:
tepen parahhhhhhh....si aconk aja mpe terharuu...tepen dah mate rasa thuu...wakakakakakaka thu cerita emank mengharukan tauuuuuuuuuuuu ;p

si aconk prasaanny ky ce .. hahhahaha

lol! lol! lol!
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
oberonz



Jumlah posting : 52
Join date : 28.05.09
Age : 26
Lokasi : JApan,Chungnam<seoul>

PostSubyek: Re: love story...so sweet ^^   Sun Jun 14, 2009 9:51 pm

Rave46 <Rui Hanazawa> wrote:
sushi_tei wrote:
tepen parahhhhhhh....si aconk aja mpe terharuu...tepen dah mate rasa thuu...wakakakakakaka thu cerita emank mengharukan tauuuuuuuuuuuu ;p

si aconk prasaanny ky ce .. hahhahaha

lol! lol! lol!


hhahahaa.. bgs Donk kl masIh pnya perasaan Terharu..hoohoho..^^

Ketan maH ga ad y..hahhhaa tongue tongue tongue
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://oberon23.blogspot.com
oberonz



Jumlah posting : 52
Join date : 28.05.09
Age : 26
Lokasi : JApan,Chungnam<seoul>

PostSubyek: Re: love story...so sweet ^^   Sun Jun 14, 2009 9:55 pm

Even wrote:
jeh... si yunita ngeselin banget... hohohoho

jeh g yang bayar semua? klo kek gitu bener2 musti nyari tante2 hahahaha...

eits g kek john tapi sepenuhnya ye... g paling benci barang pemberian g malah di jual ato di ksi ke orang...

kecuali emank dalam keadaan kesusahan ekonomi keluarga... hahahaha



hahhahaha..
nYari tanTe2..???>,<

aq Tinju kw....BBBuuuuukkkk...!!!!! Evil or Very Mad Twisted Evil


hoohohoohoo.. Kl yg jual barang pberian maNk kterlaluan...
aq jg ga Demn kek gt..hahhhaa..
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://oberon23.blogspot.com
Sponsored content




PostSubyek: Re: love story...so sweet ^^   Today at 9:20 pm

Kembali Ke Atas Go down
 
love story...so sweet ^^
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 2Pilih halaman : 1, 2  Next
 Similar topics
-
» Love Motivation
» Temukan Kata Cintamu dalam 100 Bahasa
» An American Crime
» Sesuatu Untuk Kekasih Anda
» Ini Satu-satunya Negara di Dunia dengan Kata "Love"

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Community Of IT :: Love :: Love Love-
Navigasi: